Bisnis Laundry



KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS


"Bisnis Laundry"



   












        Nama            : Eka Rizqia Nurdin
        NIM              : 16.11.0794
        Kelas             : 16-S1TI-13
        Mata Kuliah  : Lingkungan Bisnis
        Kelompok     : J


Tahun Ajaran 2016/2017
KATA PENGANTAR




             Dengan segala kerendahan hati penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis ini, untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah lingkungan bisnis di Universitas Amikom Yogyakarta

            Mungkin dalam pembuatan Karya Ilmiah ini masih banyak kekurangan baik itu dari segi penulisan isi dan lain sebagainya, maka penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran guna perbaikan untuk pembuat karya ilmiah untuk hari yang akan datang.

             Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga tulisan sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. Atas semua ini penulis mengucapkan banyak terima kasih, semoga segala bantuan dari Orang Tua, Kerabat, Dosen pengampu mata kuliah lingkungan bisnis, mudah-mudahan mendapatkan amal baik yang diberikan oleh Allah SWT.

I.ABSTRAK 

Bisnis laundry dari jenis yang paling sederhana dikenal dengan cuci-setrika. Bisnis ini biasanya menjamur di daerah yang banyak terdapat kos-kosan atau rumah kontrakan, dimana penyewa kos atau kontrakan tak sempat atau tak bisa melakukan cuci dan setrika baju sendiri. Biasanya ini dikerjakan oleh pembantu atau penjaga kos-kosan itu.
Sementara bentuk laundry yang canggih di Indonesia dari dulu dikenal dengan istilah binatu. Dalam bahasa modern saat ini lebih dikenal dengan istilah laundry & dry clean, dimana untuk laundry pakaian dicuci menggunakan mesin cuci. Sedangkan untuk dry clean pakaian dibersihkan dengan cairan kimia khusus yang bisa membersihkan dan merontokkan kotoran di pakaian tanpa dicuci secara biasa.


II.ISI


Seiring dengan tingkat pertumbuhan perekonomian Indonesia yang semakin meningkat. . Pertumbuhan bisnis laundry di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tidak hanya di kota-kota besar saja, di pelosok daerah pun kini bisnis binatu tersebut mulai menjamur dengan berbagai tawaran fasilitas dan pelayanan.
Maraknya usaha laundry juga tidak bisa dilepaskan dari semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat akan jasa laundry. Di samping itu, perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih memilih mendatangi laundry dibandingkan mencuci sendiri membuktikan bahwa bisnis ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Apalagi bisnis ini prospeknya sangat bagus untuk dilingkungan pelajar yang asrama karean mereka malas untuk mencuci bajunya sehingga mendatangkan jasa laundry. Menjanjikan bukan?

Perkembangan usaha bisnis Laundry


Perkembangan usaha bisnis laundry sangatlah menjanjikan. Apalagi kalau kita bisa membaca peluang bisnis yang ada di lingkungan masyarakat. Usaha binis ini mennjanjikan bila di jalankan di lingkungan pelajar karena melihat para pelajar yang malas mencuci. Jadi peluang ini sangatlah bagus. Mengangkat perekonomian yang membuka usaha tersebut.
Ini adalah cotntoh pengusaha di bidang jasa yaitu Laundry :
Agung Nugroho SusantoSalah satu usaha usaha laundry yang mampu berkembang hingga bisa melakukan ekspansi cabang secara nasional adalah Simply Fresh Laundry.
Usaha yang lahir di kota pelajar Yogyakarta tersebut dikembangkan oleh anak muda asal Lampung yang bernama Agung Nugroho Susanto. Agung yang kala itu masih kuliah di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, merasa bahwa bisnis laundry bisa dikembangkan dari berbagai macam aspek.
“Sebagai anak perantauan saya termasuk pengguna jasa laundry, seketika itu pula saya berfikir harusnya bisnis laundry juga bisa dikembangkan seperti bisnis-bisnis lainnya, karena memiliki pangsa pasar yang besar dan luas,” kata Agung seperti dikutip dari situs bisnisUKM, kemarin.
Atas dasar itulah, Agung yang sebelumnya pernah “gagal” dalam menjalankan bisnis clothing dan gerai handphone mencoba peruntungan dengan membangun bisnis laundry di salah satu sudut kota Jogja.
Pengalaman dalam bisnis sebelumnya menjadi acuan bagi Agung untuk lebih lebih cermat dalam mengembangkan bisnis barunya tersebut. “Modal yang terbatas bukan menjadi halangan saya ketika itu, gadai motor hingga meminjam uang menjadi solusi karena saya berfikir bisnis ini (laundry) memiliki prospek yang cerah kedepannya,” lanjutnya.
Alhasil, Februari 2006 lahirlah Simply Fresh Laundry yang menempati sebuah tempat berukuran 2×3 meter di Jalan Flamboyan Gejayan Yogyakarta. Berbekal 1 buah mesin cuci dan pengering, Agung yang dibantu dua karyawannya mulai memasuki “medan perang” bisnis laundry yang kala itu mulai marak juga di kota Jogja.
Tidak mudah memang, namun Agung memiliki beragam ide brilian yang bisa diterapkan agar laundry miliknya bisa memperoleh banyak pelanggan. “Waktu itu hampir seluruh laundry menjanjikan cuciannya baru bisa jadi dan diambil setelah dua atau tiga hari, kemudian saya memiliki ide membuat laundry yang bisa empat jam jadi, dan ternyata responnya luar biasa,” jelasnya.
Meskipun harus menguras tenaga dan waktu (karena sering lembur), namun ide tersebut ternyata merangsang banyak orang khususnya kalangan mahasiswa untuk menggunakan jasa laundry kilat milik Agung.
Tidak sampai di situ, Simply Fresh juga memiliki inisiatif dengan memberikan 7 pilihan pewangi dimana konsumen bisa memilih sendiri. “Dengan layanan laundry kilat dan tujuh pilihan pewangi tersebut kami memiliki pembeda dengan usaha laundry lainnya, sehingga banyak orang yang kemudian datang ke kita dan menjadi pelanggan tetap, apalagi ketika itu saya menerapkan harga Rp 2.500,00 yang lebih murah dibandingkan laundry lainnya,” lanjut Agung.
Konsep dan sistem yang berbeda tersebut membuat Simply Fresh semakin dikenal dan bahkan dalam jangka waktu satu tahun Simply Fresh sudah bisa membuka 2 cabang lainnya di seputaran Yogyakarta.
Inovasi-inovasi Agung ternyata tidak hanya berhenti sampai disitu. Simply Fresh kemudian mengembangkan layanan jasa laundrynya dengan menggunakan teknologi ultra violet untuk sterilisai air, sehingga air yang digunakan bebas bakteri.
Di samping itu, gerai laundry simply fresh juga hanya menggunakan detergen yang ramah lingkungan (limbah detergen yang bisa menyuburkan tanaman), memberikan garansi produk, menggunakan alat pengepak press plastik, layanan delivery service, dan lainnya. Semua inovasi itulah yang kemudian membuat Simply Fresh semakin berkibar di jagat bisnis laundry.
Namun, di balik kesuksesan yang direngkuh Agung ketika itu, dirinya juga pernah merasakan dilema saat orang tuanya melarangnya melanjutkan bisnis laundrynya tersebut. “Ketika lulus kuliah tahun 2007, saya diminta oleh orang tua untuk menjadi tenaga professional seperti keluarga lainya, dimana ayah saya seorang lawyer, kakak saya bekerja sebagai dokter dan jaksa, padahal saat itu saya sudah memiliki 3 gerai yang sedang ramai-ramainya,” ujar Agung.
Karena ingin menyenangkan kedua orangtuanya, Agung mencoba mengikuti tes penerimaan pegawai di sebuah bank pemerintah di Yogyakarta. Dia lulus tertulis dan wawancara, dan hanya tinggal satu langkah lagi menjadi pegawai bank tersebut, yakni wawancara di Jakarta.
Namun, di tengah kegalaunnya itu, Agung memohon dan mencoba meyakinkan kedua orang tuanya untuk tidak melanjutkan seleksi dan ingin fokus di bisnis laundry yang digelutinya. “Ketika itu saya berjanji, jika dalam waktu satu tahun tidak berhasil, maka saya siap bekerja di mana pun,” imbuhnya.
Tekat kuat dan motivasi tinggi itulah yang kemudian mengantar Agung memulai perjalanan barunya dalam mengembangkan Simply Fresh Laundry. Akhir tahun 2007, Agung memutuskan mengembangkan usahanya dengan sistem waralaba. Konsep laundry kiloan yang waktu itu belum umum, unik, serta memiliki nilai lebih dalam hal inovasi-inovasinya menjadi beberapa point yang Agung tawarkan kepada para calon mitranya. Hasilnya, dalam jangka waktu yang relatif singkat Simply Fresh sudah memiliki 18 outlet dengan 87 agen.
Tahun 2008 outlet-nya meningkat menjadi 42 dengan 125 agen. Akhir tahun 2009 outlet-nya telah mencapai lebih dari 110 dengan 203 agen yang tersebar di seantero kota-kota besar di Indonesia. “Hingga saat ini (April 2013), Simply Fresh Laundry sudah tersebar di 85 kota di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dengan 235 outlet,” terang Agung.
Menurutnya orang Indonesia itu suka yang praktis-praktis, yakni bisnis tetapi ada jaminan untungnya, makanya Agung berani mewaralabakan Simply Fresh miliknya. Ketika ditanya apa yang menjadi kunci sukses bisnisnya, Agung tanpa ragu menjawab teori 4P, yakni Price, Product, Place, dan Promotion.
Semua aspek dalam teori 4P tersebut jika dijalani dengan baik, maka bisnis yang dilakoni pasti akan berjalan sebagaimana yang diharapkan. “Yang menjadi salah satu poin kenapa para rekan-rekan pengusaha laundry pemula itu sulit berkembang karena harga dijadikan point selling utama, bisnis laundry seperti ini memiliki margin yang kecil, sehingga ketika si pengusaha tersebut ingin mengejar banyak pelanggan dengan harga yang rendah maka yang kasihan pengusahanya itu sendiri,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Agung berpesan agar para pebisnis laundry tidak melulu mematok harga sebagai point selling utama. Harga terjangkau bisa diterapkan ketika di awal sebagai strategi mencari pasar. “Selain pastinya untuk biaya hidup, dalam berbisnis laundry juga ada perawatan mesin, operasional lainnya, sewa tempat, jadi semuanya harus diperhatikan agar cashflow-nya bisa berjalan dengan baik,” tambah Agung.

Dampak positive dan negativ bisnis Laundry


Dari sekian banyak usaha laundry yang tersebar di seluruh negeri, ada salah satu usaha laundry yang mulai memperhatikan dampak lingkungan di sekitarnya. Ada dampak positive dan negative.
Dampak Positiv
–          Meringankan pekerjaan rumah tangga dalam mencuci pakaian ataupun yang berbahan yang bisa di cuci.
–          Mengembangkan usaha sector bisnis di bidang jasa dan mengangkat perekonomian yang ada di masyaralkat. Dan bisa membuka lapangan pekerjaan baru di lingkungan tersebut.
–          Sebagai pelajar juga bisa mengambil dampak positive dari bisnis ini. Karena memudahkan pelajar untuk mencuci dan tidak menghabiskan banyak waktu hanya karena mencuci.
–          Praktis
–          Dan sebagainya
Dampak negative
–          Membuat masyarakat ketergantungan untuk memakai bisnis laundry tersebut.
–          Membuat pihak konsumen malas untuk mencuci
–          Limbah dari laundry yang tidak baik untuk lingkungan.

Tahapan pengembangan usaha bisnis Laundry tersebut


–          Tahap 1 :         Identifikasi Peluang
para pengusaha yang inigin mengembangakan dunia bisnis di sector jasa yang di bidang laundry alangkah baiknya dapat membaca peluang yang ada di lingkungan tersebut. Sehingga bisnisnya maju.
–          Tahap 2 :         Merumuskan Alternatif Usaha
Setelah informasi terkumpul dan dianalisis, maka pembisnis usaha di bidang laundry dapat merumuskan usaha apa saja yang mungkin dapat di buka.
–          Tahap 3 :         Seleksi Alternatif
Alternative ini harus di perhatikanselanjutnya harus di pilih satu atau beberapa alternative yang terbaik. Untuk usaha prospektif dasar pemilihannyaantara lain dapat menggunakan kriteria sebagai berikut :
  1. Ketersediaan pasar
  2. Resiko kegagalan
  3. Harga
–          Tahap 4 :         Pelaksanaannya
Setelah alternative itu terpilih selanjutnya melakukan pelaksanaan usaha tesebut.
–          Tahap 5 :         Evaluasi
Untuk memberikan koreksi dan perbaikan terhadap usaha yang dijalankan, dismping itu juga diarahkan untuk dapat memberikan masukan bagi perbaikan pelaksanaan usahanya selanjutnya.

Dari segi manajemen usaha apa yang perlu diperhatikan


–          Menentukan konsep usaha dan lokasi.
–          Menentukan kebijakan keuangan untuk usaha ini, termasuk biaya investasi.
–          Menentukan kapan titik impas ( break even point ) tercapai dan kebijaksanaan apa selanjunya.
–          Mengatur, mengolah dan mendidik sumber daya manusia menjadi professional.
–          Menentukan kebijakan promosi dan penjualan ( strategi harga jual dan layanan ).
–          Membina hubungan baik dengan konsumen dan mitra kerja lainnja ( supplier, agen dsb. )
–          Perkembangan Jenis Usaha Laundry Dimasa Mendatang

III. HAMBATAN

Hambatan yang bisa terjadi pada bisnis laundry salah satunya cuaca yang tidak menentu, tidak hanya itu hambatan yang bisa terjadi saat membuka bisnis laundry adalah saat pemadaman listrik sehingga tidak menentu dan tidak bisa tepat waktu pakaian bisa terselesaikan.

IV. KESIMPULAN

 Bisnis usaha laundry diIndonesia pada saat sekarang sudah mulai terlihat sebagai bukan lagi bisnis yang termarjinalkan. Dan dimasa mendatang bisnis ini akan semakin menjadi sebagai suatu usaha jasa yang amat dibutuhkan oleh setiap anggota masyarakat dari semua lapisan, dengan semakin bervariasinya jenis operasional dan jenis usaha

Jadi menurut saya bisnis laundry ini sangat menjanjikan karena melihat kesibukan masyarakat yang saat ini lebih mempercayai usaha di bidang jasa.

V. REFERENSI

H. Santosa Budhi HP CLM MBA Laundry Expert Trainer & Consultant

Anoraga, Pandji. 2011. Pengantar Bisnis : Pengolahan Bisnis dalam Era Globalisasi/Pandji Anoraga. Jakarta : Rineka Cipta

Agung. 2013.” Sukses Berbisnis Laundry”. MedanBisnis, 16 Okt 2013.

2 komentar:

  1. Terima kasih atas artikelnya, saya dengar dari teman Laundry Premium Medan bagus katanya, apakah sudah pernah dengar?

    BalasHapus
  2. Stainless Steel vs Titanium Games - TITONIUM-ART
    Stainless Steel vs microtouch solo titanium Titanium Games - TITONIUM-ART. A large aluminum steel and titanium sponge a short stainless steel handle provide titanium fitness the versatility titanium easy flux 125 amp welder to carry out titanium 4000 your

    BalasHapus