Usaha Manis Ditempat Wisata


KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS


"Berbisnis/Usaha Yang Cocok Ditempat Wisata"



   










        Nama            : Eka Rizqia Nurdin
        NIM              : 16.11.0794
        Kelas             : 16-S1TI-13
        Mata Kuliah  : Lingkungan Bisnis
        Kelompok     : J


Tahun Ajaran 2016/2017
KATA PENGANTAR


             Dengan segala kerendahan hati penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis ini, untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah lingkungan bisnis di Universitas Amikom Yogyakarta

            Mungkin dalam pembuatan Karya Ilmiah ini masih banyak kekurangan baik itu dari segi penulisan isi dan lain sebagainya, maka penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran guna perbaikan untuk pembuat karya ilmiah untuk hari yang akan datang.

             Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga tulisan sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. Atas semua ini penulis mengucapkan banyak terima kasih, semoga segala bantuan dari Orang Tua, Kerabat, Dosen pengampu mata kuliah lingkungan bisnis, mudah-mudahan mendapatkan amal baik yang diberikan oleh Allah SWT.

I.ABSTRAK 

Bisnis di lingkungan wisata sangatlah banyak jika kita bisa memanfaatkan semua mulai dari aksesoris, kuliner, rumah kosong yang masih layak dipakai dapat digunakan sebagai penginapan atau ada lahan yang bisa di jadikan tempat parkir, berdagang dsb. Di Blog ini saya terangkan apa saja bisnis yang bisa di lakukan di lingkungan wisata, antara lain:

II.ISI



Industri pariwisata tidak pernah sepi, terutama ketika memasuki masa libur panjang sekolah. Beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia karena negara ini memiliki banyak sekali tempat-tempat indah dan menarik untuk dikunjungi. Setiap tahunnya jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia terus bertambah. Bahkan menurut beberapa media terpercaya, selama tahun 2013 ada lebih dari 8 juta wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia.
Memang nama-nama seperti Bali, Borobudur, Bunaken, Raja Ampat, atau Pulau Komodo masih menjadi tujuan kunjungan kebanyakan wisatawan asing. Namun untuk tempat wisata lain juga terus berkembang dan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan.

Mencoba Bisnis di Daerah Tempat Wisata

Kita semua pasti sepakat bahwa tempat-tempat yang ramai sudah pasti menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Jika demikian, mengapa Anda tidak mencoba untuk membuka usaha di daerah yang dekat dengan tempat wisata?
Apabila sudah memiliki modal cukup tetapi masih bingung untuk membuka bisnis apa di tempat wisata, berikut ini kami tuliskan beberapa contoh usaha/ bisnis yang dianggap cocok di daerah dekat tempat wisata:

1. Bisnis Penginapan

Berbicara bisnis penginapan, bukan berarti Anda harus membuka hotel mewah dan berkelas. Ingat, tidak semua orang yang pergi berwisata memiliki dana yang melimpah. Untuk itulah penginapan dengan harga terjangkau dan fasilitas sederhana justru lebih banyak diminati.
Namun jika Anda hanya memiliki rumah area di sekitar tempat wisata, bisa juga dimanfaatkan sebagai Homestay. Ini adalah sebuah model penginapan dengan menyediakan fasilitas lebih lengkap dan terkadang pemilik rumah dapat menghuni serta berbaur dengan para tamu. Homestay hampir sama dengan Villa. Anda tidak perlu berpikir besar dengan membangun hotel mewah dengan fasilitas yang lengkap. Mengapa? Saat ini sedang marak cara berlibur ala backpacker, yang tentu saja mereka membawa uang dalam jumlah yang terbatas. Untuk itulah penginapan dengan harga terjangkau dan fasilitas sederhana justru lebih banyak diminati. Namun jika Anda hanya memiliki rumah area di sekitar tempat wisata, bisa juga dimanfaatkan sebagai Homestay. Ini adalah sebuah model penginapan dengan menyediakan fasilitas lebih lengkap dan terkadang pemilik rumah dapat menghuni serta berbaur dengan para tamu. Maka anda memang perlu memilih dengan matang, konsep penginapan seperti apa yang akan anda tawarkan kepada para wisatawan.

2.Bisnis Interior

Bisnis ini berkaitan erat dengan peluang bisnis yang pertama. Apa yang dijual oleh pengusaha penginapan? Tentu saja tempat, jasa, dan fasilitas yang mereka sediakan untuk wisatawan. Interior ruangan yang tepat akan menghasilkan daya tawar yang tinggi bagi bisnis penginapan. Sebagai contoh, ketika anda atau ada orang lain membangun semacam penginapan di daerah lereng Gunung Merbabu yang kental dengan nuansa Jawa, apa interior yang tepat untuk memberikan nilai lebih bagi penginapan tersebut? Kalau kita bayangkan, kamar serba putih dengan lampu mewah tentu saja bukan interior yang tepat. Maka kuras kreativitas anda dengan memberikan interior yang tepat, dimulai dari bahan baku, desain, pencahayaan, suasana, dan sebagainya. Jika kultur yang dominan adalah Jawa, maka sediakan tempat air dari kendi, tempat tidur dengan hiasan ukiran, lampu listrik yang dibuat bak lampu minyak, dupa sebagai pengharum ruangan, dan sebagainya.

2. Bisnis Kuliner

Dimana pun usaha kuliner selalu cocok, baik itu di kawasan industri, pertambangan, bandara maupun di pemukiman kumuh. Jadi jika ditempat-tempat demikian cocok, tentunya di daerah wisata akan lebih cocok lagi. Tetapi Anda harus menyesuaikan dengan tradisi dan budaya setempat.
Akan lebih baik jika usaha kuliner yang dibangun menyediakan berbagai makanan tradisional setempat. Namun hal tersebut menjadi relatif, apa yang diperkirakan berpotensi laku. Bisnis kuliner seperti makanan ringan khas daerah setempat juga lumayan diminati.
Tetapi Anda harus menyesuaikan dengan tradisi dan budaya setempat. Tidak hanya itu, dalam konteks pariwisata kita harus mampu menyuguhkan jenis makanan yang khas dari daerah tempat wisata tersebut. Barangkali anda langsung berpikiran untuk membuat makanan khas dari suatu daerah lalu dijadikan oleh-oleh? Itu adalah ide bagus. Namun, menurut beberapa pakar bisnis, ide tersebut terlalu sederhana. Jika akses modal anda cukup besar, anda bisa bekerja sama dengan penginapan atau homestay yang ada. Buatlah sebuah konsep makan yang dengan sensasi berbeda yang dialami wisatawan, misalnya, dengan menyediakan meja makan di dekat dapur. Jadi wisatawan dapat melihat langsung bagaimana makanan tersebut diolah. Selain memberikan pengetahuan, interaksi dengan penduduk lokal semacam ini akan menjadi nilai lebih bagi para wisatawan.

3. Bisnis Penyewaan Kendaraan

Bisnis sewa kendaraan baik itu kendaraan roda empat dan roda dua sepertinya sangat masuk akal di daerah yang dekat dengan tempat wisata. Bagaimana tidak? Akan banyak orang yang membutuhkan akses kendaraan pribadi ketika mereka sedang tidak membawa dari rumah karena terlalu jauh.
Terutama untuk wisatawan asing dari luar negeri.  Bisnis penyewaan kendaraan juga sangat erat kaitannya dengan bisnis traveling, dimana Anda bisa menyediakan jasa antar jemput para turis dari lokasi wisata ke hotel atau mungkin ke tempat lain.
Bisnis sewa kendaraan baik itu kendaraan roda empat dan roda dua sepertinya sangat masuk akal di daerah yang dekat dengan tempat wisata. Bagaimana tidak? Akan banyak orang yang membutuhkan akses kendaraan pribadi ketika mereka sedang tidak membawa dari rumah karena terlalu jauh. Terutama untuk wisatawan asing dari luar negeri. Bisnis penyewaan kendaraan juga sangat erat kaitannya dengan bisnis traveling, dimana Anda bisa menyediakan jasa antar jemput para turis dari lokasi wisata ke hotel atau mungkin ke tempat lain.


 4.Membuka Tempat parkir
Di mana kendaraan-kendaraan tersebut akan dititipkan? Tentu saja ini kebutuhan baru ketika wisatawan bisa membawa kendaraan, yaitu lahan parkir. Jika anda memiliki lahan di tempat wisata, anda bisa membangunnya sebagai lahan parkir. Hal ini sangat menguntungkan karena hanya perlu mengeluarkan biaya perawatan yang tidak besar, sedangkan uang setiap hari masuk dari kendaraan yang diparkir. Bahkan di sekeliling tempat parkir tersebut anda bisa saja bekerja sama dengan orang lain untuk membuka warung-warung kecil tempat berjualan suvenir atau makanan khas, atau bisa juga menyediakan WC umum yang harus tetap dijaga kebersihannya. Jika anda memiliki akses modal yang besar, anda bisa berinovasi dengan membangun tempat parkir yang portabel sehingga bisa memuat lebih banyak kendaraan. Namun memang, perlu kajian kekuatan yang tepat untuk memastikan kendaraan yang diparkir di sana mendapatkan posisi yang aman.

4. Bisnis Penjualan Oleh-oleh

Berwisata ke suatu tempat akan sangat percuma jika Anda tidak membeli sesuatu yang menjadi ciri khas daerah yang dikunjungi. Ya, untuk itulah bisnis penjualan oleh-oleh menjadi sangat lazim ditemui di daerah dekat tempat wisata. Beberapa oleh-oleh yang cukup laris manis adalah souvenir, kerajinan khas daerah setempat, kaos atau busana yang bercorak atau bergambar tempat wisata setempat.

5. Bisnis Jasa Penerjemah dan Tour Guide

Jasa penerjemah biasanya sangat dibutuhkan oleh para wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Untuk banyak keperluan mereka memang sangat membutuhkan jasa penerjemah. Selain itu jasa ini juga berkaitan dengan jasa tour guide dimana tentunya para turis ingin mengetahui apa yang mereka kunjungi.
Ini adalah peluang bisnis yang menggiurkan. Anda bisa berbisnis dengan membuka agen tour guide dan jasa penerjemah. Selain itu tour guide juga cukup dibutuhkan bagi anak-anak sekolah yang sedang berkunjung ke tempat wisata bersejarah.
Untuk banyak keperluan mereka memang sangat membutuhkan jasa penerjemah. Selain itu jasa ini juga berkaitan dengan jasa tour guide dimana tentunya para turis ingin mengetahui apa yang mereka kunjungi. Ini adalah peluang bisnis yang menggiurkan. Anda bisa berbisnis dengan membuka agen tour guide dan jasa penerjemah. Untuk itu anda pertama-tama memang harus menguasai terlebih dahulu narasi dan cerita-cerita di balik tempat wisata yang dikunjungi oleh wisatawan. Dengan menguasai informasi lebih baik, anda bisa bercerita lebih banyak kepada wisatawan, dan bisa jadi anda direkomendasikan oleh wisatawan itu kepada teman-temannya ketika kelak sudah pulang kembali ke negaranya.

6. Bisnis Jasa Fotografi

Tidak semua orang memiliki kamera professional dengan hasil yang maksimal. Untuk itulah jasa fotografer masih dibutuhkan untuk mengabadikan momen keceriaan saat berlibur. Anda bisa membuka usaha fotografi atau percetakan di daerah dekat tempat wisata. Ya, untuk usaha percetakan Anda mungkin akan bekerja sama dengan para fotografer keliling yang ada di tempat. wisata.
Barangkali kini setiap orang memiliki kamera pada gadget mereka untuk mengabadikan tiap kenangan indah yang mereka lalui ketika berwisata. Namun, apakah itu lalu mematikan peluang bisnis fotografi pada daerah wisata? Nyatanya tidak, lantaran selalu ada batasan-batasan yang dimiliki oleh wisatawan untuk mengabadikan momen anda sendiri. Keterbatasan itu misalnya pada kualitas kamera supaya terlihat indah, sudut pengambilan, spot yang menarik, dan sebagainya. Dengan bermodalkan kamera digital SLR atau jenis lain dengan kualitas profesional, anda bisa menawarkan jasa sebagai fotgrafer atau videografer. Anda bisa menawarkan jasa tersebut dalam paket wisata, atau anda bisa langsung menawarkan kepada wisatawan. Jika anda fokus pada foto, upayakan anda bisa langsung mencetak hasil foto tersebut dengan kualitas yang baik.

7. Bisnis Event Organizer

Tak jarang orang yang mengadakan sebuah acara atau kegiatan di daerah tempat wisata baik itu pertemuan bisnis, pernikahan, reuni, launching produk dan lain-lain. Jadi jasa event organizer sepertinya cukup dibutuhkan. Jadi bukan hal yang aneh jika Anda memilih membuka bisnis event organizer di daerah dekat tempat wisata.
Jadi jasa event organizer sepertinya cukup dibutuhkan. Anda tentu saja perlu melakukan banyak persiapan untuk membangun bisnis ini. Misalnya, pertama-tama anda perlu menyusun konsep-konsep acara yang jelas sehingga bisa anda tawarkan kepada calon klien anda. Lalu anda menjalin komunikasi dan kerjasama yang sangat baik dengan pengusaha restoran atau mereka yang memiliki tempat untuk pertemuan (hotel, penginapan, dsb.), bekerjasamalah juga dengan pengusaha suvenir yang ada di daerah tersebut. Lalu untuk menambah kehangatan budaya, ajaklah pelaku seni daerah untuk perform di jeda acara tersebut. Persiapan-persiapan yang matang ini akan membuat bisnis anda makin memiliki nilai lebih.

5.Bisnis Penjualan Suvenir

Suvenir adalah barang khas yang anda beli di tempat wisata. Biasanya suvenir tersebut dibeli untuk nanti diberikan kepada kerabat ketika kita sudah kembeli kepada aktivitas normal. Namun lebih daripada itu, suvenir akan mengingatkan kita bahwa kita pernah mengunjungi suatu tempat. Nah, ini adalah peluang besar yang bisa anda kembangkan. Suvenir ini bisa saja berupa gantungan kunci, dompet, kain, kaos, tas, topi, kerajinan tangan, mainan, dan masih banyak lagi barang yang bisa anda eksplor untuk digunakan sebagai suvenir. Barangkali oleh-oleh yang berupa makanan adalah pilihan yang juga menarik. Namun ingat, makanan memiliki masa kadaluarsa yang relatif lebih singkat daripada ketika anda membeli suvenir.

8. Kios dan counter

Sama seperti bisnis kuliner, keberadaan kios atau toko di berbagai tempat sangat dibutuhkan. Termasuk juga ditempat wisata untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan, seperti makanan, minuman dan lain-lain. Atau alternatif lainnya adalah membuka counter penjualan pulsa untuk melayani wisatawan yang kehabisan saldo pulsa.
Di atas tadi adalah beberapa jenis usaha/ bisnis yang cocok di tempat wisata. Bagi Anda yang kebetulan bertempat tinggal di daerah wisata, mungkin bisa mempertimbangkan untuk menjalankan salah satu dari ide bisnis tersebut.

III. HAMBATAN
Semua usaha yang kita lakukan pasti ada yang namanya kendala, contoh kendala yang ada saat melakukan bisnis di tempat wisata antara lain rendahnya mutu pelayanan dari para penyelenggara pariwisata, persaingan yang tidak sehat di antara para penyelenggara pariwisata serta kurangnya pemahaman terhadap pentingnya pelindungan konsumen yang sangat ditekankan, hanbatan lain yang mungkin terjadi adalah Kurangnya konektivitas, pelayanan dasar, dan infrastruktur untuk melayani wisatawan, Kompleksitas dan ketidakpastian investasi dan iklim bisnis,Kebersihan dan kesehatan (hygiene and sanitation), Terjadinya bencana alam yang mengakibatkan ditutupnya pintu masuk ke Indonesia, Kurangnya penerbangan langsung dari target pasar ke destinasi wisata, Kurang baiknya amenitas di destinasi wisata, misalnya ketiadaan kamar kecil, Jauhnya jarak antar obyek wisata, Kurangnya pemandu wisata berbahasa asing, khususnya selain bahasa Inggris, Jumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata yang belum merata di seluruh provinsi di Indonesia, Kualitas pendidikan tinggi bidang pariwisata diupayakan setara dengan kualifikasi internasional, Terbatasnya tenaga kerja terampil dan standar kualitas perusahaan.

IV. KESIMPULAN

           Bisnis yang dilakukan di bidang wisata hanya memerlukan modal yang tidak perlu banyak, hanya membutuhkan ide-ide kreatif agar tempat wisata menjadi ramai pengunjung, maka dari itu kita harus pintar-pintar mengelola dan memanfaatkan semua yang telah di karuniakan Tuhan pada kita dan semua itu harus dijaga.

V. REFERANSI 
https://www.maxmanroe.com/8-jenis-usaha-bisnis-yang-cocok-di-tempat-wisata.html
https://www.caradika.com/10-peluang-bisnis-pariwisata/

0 komentar: